Sabtu, 03 Juni 2017

MEDIA PEMBEALAJARAN




 Media Diorama



  1. Media Pembelajaran Diorama

Diorama merupakan media pembelajaran tiga dimensi yang menggambarkan suatu kejadian, baik kejadian bernilai sejarah atau tidak.

Menurut Rayandra Asyhar  “media tiga dimensi merupakan media yang tampilannya dapat diamati dari arah pandang mana saja dan mempunyai dimensi panjang, lebar, dan tebal”. Kebanyakan media tiga dimensi merupakan obyek sesungguhnya atau miniatur obyek. Diorama ini termasuk media yang disajikan dalam bentuk miniatur atau sering disebut juga dengan media serba aneka.

Menurut Susanto  “diorama adalah gambaran adegan yang dituangkan dalam bentuk seni patung”. Secara umum diorama diartikan sebagai pengadaan sebuah pemandangan dalam ukuran kecil yang dibuat seperti aslinya.

Daryanto  berpendapat bahwa “media diorama merupakan salah satu media tanpa proyeksi yang disajikan secara visual tiga dimensional berwujud sebagai tiruan yang mewakili aslinya”. Selanjutnya Cecep Kustandi dan Bambang Sutjipta  berpendapat bahwa “diorama adalah gambaran kejadian baik yang mempunyai nilai sejarah atau tidak yang disajikan dalam bentuk mini atau kecil”. Pendapat tersebut menjelaskan bahwa diorama memberikan informasi berupa peristiwa yang disajikan dalam bentuk tiruan lebih kecil dari aslinya.  Nana Sudjana dan Ahmad Rivai  mendifinisikan diorama sebagai “pemandangan tiga dimensi mini bertujuan untuk menggambarkan pemandangan sebenarnya”.  

Dari beberapa pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa diorama merupakan gabungan antara model (tiga dimensi) dengan gambar perspektif (dua dimensi) dalam suatu penampilan utuh yang menggambarkan suasana sebenarnya.

Tujuan penggunaan media tiga dimensi (benda tiuran) menurut Daryanto (2010, hlm. 30-31) antara lain:

  1. Mengatasi kesulitan yang muncul ketika mempelajari obyek yang terlalu besar.
  2. Untuk mempelajari obyek yang telah menjadi sejarah di masa lampau.
  3. Untuk mempelajari obyek yang tak terjangkau secara fisik.
  4. Untuk mempelajari obyek yang mudah dijangkau tetapi tidak memberikan keterangan yang memadai.
  5. Untuk mempelajari konstruksi-konstruksi yang abstrak.
  6. Untuk memperlihatkan proses dari obyek yang luas. Diorama sebagai media pembelajaran dijelaskan oleh Hujair AH Sanaky , terutama berfungsi untuk “mata pelajaran ilmu bumi (IPA), ilmu hayat, sejarah, bahkan diusahakan untuk berbagai mata pelajaran lainnya”. Sehingga diorama dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk berbagai mata pelajaran.

Selanjutnya Hujair AH Sanaky mengungkapkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan media diorama, yakni:

  1. Diorama sebaiknya tidak terlalu ramai tetapi jelas sasarannya atau tujuannya dan memiliki daya tarik.
  2. Diorama harus dikaitkan dengan pelajaran yang sedang dipelajari. Menurut Ray Anderson “sebuah kotak diorama adalah paket lengkap yang menggabungkan patung, mewarnai, seni keterampilan, dan pencahayaan dalam unit itu sendiri”. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Susanto patung atau seni patung adalah “sebuah tipe karya tiga dimensi yang bentuknya dibuat dengan metode subtraktif (mengurangi bahan seperti memotong, menatah dan lain-lain) atau aditif (membuat modelling terlebih dahulu, seperti mengecor dan mencentak)”. Dalam hal ini adalah patung yang lebih dikhususkan sebagai figur tokoh yang melakukan adegan dalam diorama dengan setting cerita yang ditampilkan. Mewarnai yang dimaksud adalah bagaimana seseorang bisa mewarnai figur, latar, dan tambahan gambar dengan menggunakan beberapa teknik mewarna, agar hasil diorama yang dibuat dapat terlihat alami dan mirip dengan aslinya, serta bisa juga untuk menambah kesan realistik dan dramatis. Seni kerajinan yang dibahas adalah bagaimana membuat latar ( ground ) keadaan seperti membuat pohon, tebing, bebatuan, lautan, dan lainnya beserta beberapa benda miniatur pelengkap lain yang ada pada saat adegan itu berlangsung. Teknik yang bisa digunakan dengan teknik konstruksi, modeling atau penggabungan antara kedua teknik tersebut. Pencahayaan dapat ditambahkan sebagai pelengkap diorama agar dapat menampilkan arah cahaya dan juga dapat menambah kesan tinggi rendahnya sebuah latar yang dibuat, bisa juga menambah kesan dramatisasi dalam cerita yang ditampilkan berupa penggambaran waktu yang dialami saat kejadian tersebut.

  1. Prinsip Media Diorama

Menurut Ray Anderson  prinsip-prinsip diorama yang baik, diantaranya:

  1. Sebuah diorama harus menceritakan sebuah cerita sederhana, kesimpulan dapat diserahkan kepada imajinasi penonton. Kita dapat menarik perhatian penonton selama satu atau dua menit, jadi petunjuk untuk cerita kita harus sederhana dan jelas. Pada setiap diorama memiliki latar belakang cerita. Cerita yang disuguhkan dalam bentuk diorama itu harus jelas dan mudah dipahami para penonton. Maka dari itu, sebisa mungkin diorama itu dibuat dengan latar cerita yang sederhana dan memberikan kesan yang mendalam kepada penonton agar penonton dapat mengerti dan berimajinasi secara langsung ke dalam adegan cerita yang ditampilkan.
  2. Potongan harus sekecil mungkin untuk menciptakan pribadi dan perasaan yang mendalam. Tokoh harus sebagai pusat perhatian, bukan hanya sebagai patung. Maksudnya figur replika tokoh harus terlihat hidup karena tokoh dalam sebuah diorama itu mempunyai peran yang sangat penting dalam memperagakan sebuah adegan cerita yang diusung. Jadi peran miniature tokoh itu tidak dibuat seperti patung yang kaku dan tanpa cerita.
  3. Adegan harus seperti di sekeliling penonton, membuatnya merasa menjadi bagian dari aksi, bukannya jauh dari aksi tersebut. Diorama dibuat sebaik mungkin agar para penonton merasa terhanyut ke dalam adegan cerita yang dibawakan, dan dapat membuat penonton seolah menjadi bagian dari adegan tersebut.
  4. Setting interior bangunan umumnya lebih efektif daripada pengaturan luar. Pada bagian diorama, latar interior biasanya lebih menarik dari latar yang yang lain selain interior, karena sebuah interior biasanya dibuat lebih detail dan lebih banyak menggunakan miniatur benda daripada latar lain yang biasanya hanya menampilkan latar seperti tebing, hutan, dan lain-lain.
  5. Harus ada beberapa waktu untuk melihat detailnya. Diorama yang bagus mempunyai pusat perhatian pada detail yang ditampilkan, baik dari efek yang dibuat sampai dengan miniatur figur tokoh yang dibuat semirip mungkin dengan aslinya dan memperhatikan detail dari tiap karakter tokoh.
  6. Pencahayaan harus langsung, datang dari samping untuk memberikan bantuan bayangan relief. Pencahayaan ini dapat ditambahkan dalam diorama untuk menampilkan kesan yang lebih realistik dan menarik sesuai dengan lingkungan aslinya.
  7. Kebanyakan adegan lebih efektif tanpa tambahan yang berlebihan. Beberapa figur dapat ditampilkan sebagai pelengkap cerita, namun tidak dibuat dengan detail agar adegan tokoh utama masih bisa dimunculkan.
  8. Detail kostum adalah pusat perhatian yang besar dari kerumunan yang besar. Bagian yang paling menarik dari sebuah diorama adalah ditampilkannya detail baik dari tokoh yang dibuat maupun settinglatar.
  9. Keseimbangan yang tepat saat menyusun adalah sekitar 50 persen untuk adegan dan latar belakang, 20 sampai 30 persen masing-masing untuk tokoh dan benda lain. Komposisi tersebut dibuat dengan 50 persen untuk latar agar terlihat jelas keadaan sekitar tokoh dan menampilkan kesan ruang. Sedangkan 20 sampai 30 persen masing-masing sisanya diisi oleh tokoh utama cerita dan juga benda-benda lain sebagai pelengkap cerita.
  10. Efek keseluruhan dari diorama harus diciptakan selama periode yang sama. Selain dibuat detail diorama yang baik juga harus menampilkan keadaan waktu yang sama dengan aslinya melalui pemberian efek maupun ornamen penjelas yang ada pada waktu adegan aslinya. Secara umum, media diorama termasuk ke dalam media tiga dimensi.

  1. Kelebihan Dan Kelemahan Media Diorama

Muedjiono (dalam Daryanto, 2010, hlm. 29) mengungkapkan bahwa kelebihan media tiga dimensi, diantaranya:

  1. Memberikan pengalaman secara langsung.
  2. Penyajian secara konkret dan menghindari verbalisme.
  3. Dapat menunjukkan obyek secara utuh baik konstruksi maupun cara kerjanya.
  4. Dapat memperlihatkan struktur organisasi secara jelas.
  5. Dapat menunjukkan alur suatu proses secara jelas.

Kelebihan yang dimiliki media tiga dimensi tersebut tentunya dimiliki juga pada media diorama. Selain kelebihan yang telah disebutkan, Cecep Kustandi dan Bambang Sutjipta menambahkan bahwa “diorama lebih menekankan kepada isi dari gambaran visual atau tokoh dan lebih hidup”. Hal ini didukung oleh I Nyoman Sudana Degeng, dkk. yang mengemukakan bahwa “dengan diorama, kesan visual yang diperoleh siswa lebih hidup”. Di sisi lain, beberapa kelemahan diorama adalah tidak bisa menjangkau sasaran dalam jumlah yang besar, penyimpanan memerlukan ruang yang besar dan perawatan rutin. Namun kekurangan tersebut dapat diatasi dengan membuat diorama dalam ukuran yang besar sehingga dapat diamati oleh seisi kelas dan sebagai solusi perawatan rutin, diorama dapat dibuat model tertutup sehingga tidak mudah kotor.
 

Jumat, 02 Juni 2017

Sekolah Yang Efektif



 SEKOLAH EFEKTIF
 

A.    Pengertian Sekolah Efektif

Sekolah merupakan suatu institusi yang didalamnya terdapat komponen guru, siswa, dan staf administrasi yang masing-masing mempunyai tugas tertentu dalam melancarkan program. Sebagai institusi pendidikan formal, sekolah dituntut menghasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan akademis tertentu, keterampilan, sikap dan mental, serta kepribadian lainnya sehingga mereka dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau bekerja pada lapangan pekerjaan yang membutuhkan keahlian dan keterampilannya. Keberhasilan sekolah merupakan ukuran bersifat mikro yang didasarkan pada tujuan dan sasaran pendidikan pada tingkat sekolah sejalan dengan tujuan pendidikan nasional serta sejauh mana tujuan itu dapat dicapai pada periode tertentu sesuai dengan lamanya pendidikan yang berlangsung di sekolah.

Berdasarkan sudut pandang keberhasilan sekolah tersebut, kemudian dikenal sekolah efektif dan efisien yang mengacu pada sejauh mana sekolah dapat mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yag telah ditetapkan. Dengan kata lain, sekolah disebut efektif jika sekolah tersebut dapat mencapai apa yang telah direncanakan. Pengertian umum sekolah efektif juga berkaitan dengan perumusan apa yang harus dikerjakan dengan apa yang telah dicapai. Sehingga suatu sekolah akan disebut efektif jika terdapat hubungan yang kuat antara apa yang telah dirumuskan untuk dikerjakan dengan hasil-hasil yang dicapai oleh sekolah, sebaliknya sekolah dikatakan tidak efektif bila hubungan tersebut rendah (Getzel, 1969). Sekolah efektif adalah sekolah yang dapat mencapai target yang telah ditetapkannya sendiri. Sekolah unggul dan efektif adalah sekolah yang dapat mencapai target dengan penetapan target yang tinggi.

B.     Sistem sekolah yang efektif terdiri dari 5 komponen, menurut Bosker dan Guldemon (dalam Moerdiyanto, 2007: 6) yaitu :

1.      Konteks. Misalnya kebutuhan masyarakat, lingkungan sekolah dan kebijakan pendidikan

  1. Input. Misalnya sumber daya dan kualitas guru
  2. Proses. Misalnya iklim sekolah dan kurikulum
  3. Output. Misalnya hasil belajar siswa dan pencapaian keseluruhan
  4. Outcome. Misalnya kesempatan kerja dan penghasilan

C.     Sekolah efektif mempunyai ciri-ciri menurut Widodo (2011: 34) yaitu:

1.      Adanya standar disiplin yang berlaku bagi semua warga sekolah

  1. Memiliki suatu keteraturan dalam rutinitas kegiatan di kelas
  2. Mempunyai standar prestasi sekolah yang sangat tinggi
  3. Peserta didik mampu mencapai tujuan yang telah direncanakan
  4. Peserta didik lulus dengan menguasai pengetahuan akademik
  5. Adanya penghargaan bagi siswa yang berprestasi
  6. Peserta didik mau bekerja keras dan bertanggung jawab
  7. Kepala sekolah mempunyai program inservice, pengawasan, supervisi dan membuat rencana sekolah bersama-sama para guru
  8. Adanya lingkungan yang nyaman
  9. Penilaian yang secara rutin mengenai program yang dibuat siswa.

D.    faktor-faktor sekolah efektif, menurut Heneveld(dalam Moerdiyanto, 2007:5)yaitu :

  1. Dukungan orang tua siswa dan lingkungan
  2. Dukungan efektif dari sistem pendidikan
  3. Dukungan materi yang cukup
  4. Kepemimpinan yang efektif
  5. Pengajaran yang baik
  6. Fleksibilitas dan otonomi
  7. Waktu yang cukup di sekolah
  8. Harapan yang tinggi dari siswa
  9. Sikap positif dari para guru
  10. Peraturan dan disiplin
  11. Kurikulum yang terorganisir
  12. Adanya penghargaan dan insentif
  13. Waktu pembelajaran yang cukup
  14. Variasi strategi pembelajaran
  15. Frekuensi pekerjaan rumah
  16. Adanya penilaian dan umpan balik

Sekolah sebagai sebuah sistem mempunyai input, proses, output, dan feedback. Maka karakteristik sekolah efektif menurut Widodo (2011: 35) dapat dilihat dari indikator input dan proses yaitu:

Indikator Input dan Proses Sekolah Efektif
Input
Proses
1.Memiliki kebijakan, tujuan dan sasaran mutu yang jelas
2.Sumber daya tersedia dan siap
3.Staf yang kompeten dan berdedikasi tinggi
4. Memiliki harapan dan prestasi yang tinggi
5.Fokus pada pelanggan (khususnya siswa)
1. Proses belajar mengajar yang efektifitasnya tinggi
2. Kepemimpinan sekolah yang kuat
3. Lingkungan sekolah yang aman dan tertib
4.Pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif
5. Sekolah memiliki budaya mutu
6. Sekolah memiliki teamwork yang kompak, cerdas dan dinamis
7.Sekolah memiliki kewenangan(kemandirian)
8.Partisipasi yang tinggi dari warga sekolah dan masyarakat
9.Sekolah memiliki keterbukaan (transparansi manajemen)
10. Sekolah memiliki kemauan untuk berubah
11.Sekolah melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan
12.  Sekolah responsif dan antisipatif terhadap kebutuhan
13.  Komunikasi yang baik
14.  Sekolah memiliki akuntabilitas.

Kepala sekolah mempunyai peranan yang penting dalam mengembangkan sekolah efektif melalui kepemimpinannya. Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di sekolah harus mampu mendayagunakan semua sumber yang ada di sekolah agar mencapai sekolah efektif. Menurut Anwar (2011: 10) kepala sekolah efektif dapat dilihat dari indikator-indikator kinerjanya yaitu:

  1. Mewujudkan proses pembelajaran yang efektif
  2. Menerapkan system evaluasi yang efektif dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan
  3. Melakukan refleksi diri ke arah pembentukan karakter kepemimpinan sekolah yang kuat
  4. Melaksanakan pengembangan staf yang kompeten dan berdedikasi tinggi
  5. Menumbuhkan sikap responsif dan antisipatif terhadap kebutuhan
  6. Menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan tertib (Safe and Orderly)
  7. Menumbuhkan budaya mutu di lingkungan sekolah
  8. Menumbuhkan harapan prestasi tinggi
  9. Menumbuhkan kemauan untuk berubah
  10. Melaksanakan Keterbukaan/Transparan Managemen Sekolah
  11. Menetapkan secara jelas mewujudkan Visi dan Misi
  12. Melaksanakan pengelolaan tenaga kependidikan secara efektif
  13. Melaksanakan pengelolaan sumber belajar secara efektif
  14. Melaksanakan pengelolaan kegiatan kesiswaan/ Ekstrakurikuler secara efektif

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk membuat sebuah sekolah menjadi sekolah efektif antara lain:

1.      Komunikasi yang terbuka. Komunikasi dalam sekolah baik frekuensi dan kesempatan untuk menerima umpan balik ditingkatkan lebih transparan. Sehingga para stakeholder sekolah mengetahui informasi yang lebih jelas dan ikut  berpartisipasi mendukung pengembangan sekolah.

  1. Pengambilan keputusan bersama. Kepala sekolah hendaknya melibatkan stakeholder dalam pengambilan keputusan. Sehingga dapat meningkatkan rasa tanggung jawab masing-masing pihak.
  2. Memperhatikan kebutuhan guru. Sekolah memperhatikan kebutuhan guru sehingga dapat memberikan motivasi tersendiri bagi guru karena kebutuhannya diperhatikan. Ketika kesejahteraan guru terjamin maka guru akan lebih bersemangat dalam melakukan dan memerbaiki pengajarannya.
  3. Memperhatikan kebutuhan siswa. Sekolah yang memperhatikan kebutuhan siswa akan lebih diterima oleh masyarakat. Sekolah perlu melakukan strategi-strategi untuk membuat sekolah sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar dan memenuhi kebutuhan siswanya.
  4. Keterpaduan sekolah dan masyarakat. Antara sekolah dan masyarakat harus dapat saling bekerja sama dan terpadu dalam rangka mengembangkan sekolah.